Tampilkan postingan dengan label nasehat. Tampilkan semua postingan

Menikah: Kepentingan Agama Atau Hati?


Menikah tak melulu soal hati yang didahulukan. Persoalan agama jauh lebih penting daripada hati. Lantas, bagaimana menyesuaikan diri jika memilih pasangan tidak dengan hati?

Menurut Subandi Baiturrahman, Divisi Konseling Penggerak Pembina Generus Jakarta Selatan, menikah bukan hanya penyatuan komitmen antara laki-laki dan perempuan. Namun juga komitmen dengan Yang Maha Esa. Sebab saat dua insan menjalin hubungan yang berlandaskan saling mensurgakan, maka Allah melibatkan diri di dalamnya

Diperkuat dalam Alquran surat Mujaadalah ayat 7 yang menerangkan bahwa setiap ada tiga orang yang berbisik-bisik, maka Allah menjadi yang keempat, dan bila ada lima orang yang berbincang maka Allah menjadi yang keenam. Artinya Allah tahu apa yang mereka bicarakan karena Allah lebih banyak bersama mereka. Nantinya Allah akan menceritakan apa yang mereka kerjakan (di hari kiamat).

Hal itu disampaikan Subandi dalam acara pengajian Baiti Jannati atau yang disebut juga Pengajian Muda-Mudi Bahagia, yang digelar pada pada Minggu (1/2/2015). Acara pengajian pranikah ini juga bertujuan memberikan pemahaman kepada generasi muda LDII kategori usia nikah, khususnya mengenai hubungan antara laki-laki dan perempuan secara islami. Apalagi di tengah pergaulan yang cenderung menganut kebebasan tanpa memandang batas halal-haram, mahram dan tidak mahram.

Subandi menegaskan perlunya mencari pasangan yang 'seiman'. Dalam arti, mempunyai pemahaman yang sama serta sejalan terutama agama. "Kalian akan sulit menyatukan pemahaman jika berbeda. Contoh, waktunya salat, jika yang satu paham, yang satu tidak, maka tidak bisa dikatakan saling mensurgakan. Padahal, seharusnya mencari pasangan itu yang bisa mengajak pada kebaikan, menghindari hal-hal yang haram," ujar Subandi.

Seperti tercantum dalam surat Taubah ayat 71 yang menjelaskan, "Orang iman laki-laki dan perempuan satu sama lain adalah kekasih. Yang mana saling perintah pada kebaikan, menetapi salat, mendatangkan zakat, mau taat pada Allah dan Rasul. Mereka itu orang-orang yang disayangi oleh Allah dan Rasulnya. Allah itu Maha Perkasa lagi Menghukumi"

Karena itu, para generasi muda diajak untuk mengoreksi diri, apakah menikah itu didasari kepentingan agama yang harus diniati karena Allah atau kepentingan hati? Hal ini kembali pada diri masing-masing. Jika Allah dijadikan 'teman komunikasi', maka niat menikah tersebut akan lebih mudah terwujud. "Niat menikah, maka harus mencari ridhonya Allah," ujar pengasuh akun facebook "Keluarga Bahagia" itu.


"Karena itu, para muda-mudi ini harus bisa membuat orang tertarik dengan akhlaqul karimah, akhlak yang baik. Bukan dengan kebohongan. Sebab, termasuk menodai agama Allah jika mengambil pasangan yang tidak seiman apalagi berbeda agama. Hal ini juga perlu didukung dengan transparansi antara orang yang lebih tua dengan muda-mudi tersebut atau orang yang dianggap dekat," tandasnya. (Noni/LINES)

Sumber : http://www.ldii.or.id/id/nasehat/1631-menikah-kepentingan-agama-atau-hati.html
Pkl 14.40 16/02/2015

Siapakah yang Memiliki Keimanan Paling Menakjubkan?



Nabi pernah menjelaskan, dalam hadits Riwayat Bukhari :

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «أَيُّ الْخَلْقِ أَعْجَبُ إِلَيْكُمْ إِيمَانًا؟ ، قَالُوا: الْمَلَائِكَةُ، قَالَ: «وَمَا لَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ، وَهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ عَزَّ وَجَلَّ؟ ، قَالُوا: فَالنَّبِيُّونَ، قَالَ: «وَمَا لَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ، وَالْوَحْيُ يَنْزِلُ عَلَيْهِمْ؟ ، قَالُوا: فَنَحْنُ، قَالَ: «وَمَا لَكُمْ لَا تُؤْمِنُونَ، وَأَنَا بَيْنَ أَظْهُرِكُمْ؟ ، قَالَ: فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : أَلَا إِنَّ أَعْجَبَ الْخَلْقِ إِلَيَّ إِيمَانًا لَقَوْمٌ يَكُونُونَ مِنْ بَعْدِكُمْ، يَجِدُونَ صُحُفًا فِيهَا كُتُبٌ يُؤْمِنُونَ بِمَا فِيهَا

"Wahai manusia, siapakah makhluk Allah yang imannya paling menakjubkan (man a'jabul khalqi imanan)?" Demikian pertanyaan Nabi Muhammad kepada sahabatnya di suatu pagi. Para sahabat langsung menjawab, "Malaikat!".
Nabi menukas, "Bagaimana para malaikat tidak beriman sedangkan mereka pelaksana perintah Allah?" Sahabat menjawab lagi, "kalau begitu, para Nabi-lah yang imannya paling menakjubkan!" "Bagaimana para Nabi tidak beriman, padahal wahyu turun kepada mereka," sahut Nabi.

Untuk ketiga kalinya, sahabat mencoba memberikan jawaban, "kalau begitu, sahabat-sahabatmu ya Rasul." Nabi pun menolak jawaban itu dengan berkata, "Bagaimana sahabat-sahabatku tidak beriman, sedangkan mereka menyaksikan apa yang mereka saksikan."

Rasul yang mulia meneruskan kalimatnya, "Orang yang imannya paling menakjubkan adalah kaum yang datang sesudah kalian. Mereka beriman kepadaku, walaupun mereka tidak melihatku. Mereka benarkan aku tanpa pernah melihatku. Mereka temukan tulisan dan beriman kepadaku. Mereka amalkan apa yang ada dalam tulisan itu. Mereka bela aku seperti kalian membela aku. Alangkah inginnya aku berjumpa dengan ikhwanku itu!"

Berangkat dari riwayat di atas, saya belajar memaknai iman sebagai sebuah tantangan. Semakin tinggi tingkat tantangan, semakin tinggi pula tingkat iman kita. Semakin sulit kita menjalankan sebuah keyakinan (iman), semakin tinggi pula nilai iman kita di sisi Allah.

Ilustrasi berikut mungkin bisa menyederhanakan persoalan: Seorang waliyullah tidak diragukan lagi telah melihat berbagai "keajaiban" dan "rahasia" Allah. Dia sudah menyaksikan dan merasakan getaran cinta ilahi. Kalau Allah mengangkat derajatnya, tentu saja kita tak akan heran. Yang membuat kita takjub adalah, seorang manajer yang sangat sibuk dan telah menyaksikan bahwa "time is money", namun tetap berusaha menunaikan shalat lima waktu di sela-sela kesibukannya. Begitu juga dengan seorang kuli bangunan yang lebih banyak menggunakan potensi otot dibanding potensi otaknya, namun tetap berpuasa di bulan Ramadhan meskipun dia harus kerja di tengah terik mentari. Bagi saya, manajer dan kuli bangunan tersebut memiliki iman yang paling menakjubkan.

Kita bukanlah sahabat Nabi yang menyaksikan secara langsung betapa mulianya akhlak junjungan kita itu; kita juga bukan malaikat yang tidak memiliki hawa nafsu; kita juga bukan waliyullah yang telah merasakan manisnya kasih sayang Allah. Kita adalah manusia biasa yang penuh dengan kelemahan. Dalam kelemahan itulah kita masih beriman kepada Allah. Dalam ketidakhebatan kita itulah kita selalu berusaha mendekati Allah.

Di tengah kesibukan dan beban ekonomi yang semakin meningkat, kita tetap keluarkan zakat dan sedekah. Tak sedikitpun kita akan gadaikan iman kita. Di tengah dunia yang semakin kompetitif, kita masih sempatkan untuk shalat. Di tengah godaan duniawi yang luar biasa, kita tahan nafsu kita di bulan Ramadhan. Di tengah kumpulan manusia yang putus asa dengan krisis moneter ini, kita masih bisa mensyukuri sejumput ni'mat yang diberikan Allah.

Nabi Muhammad menghibur kita, "Berbahagialah orang yang melihatku dan beriman kepadaku," Nabi ucapkan kalimat ini satu kali. "Berbahagialah orang yang beriman kepadaku padahal tidak pernah melihatku." Nabi ucapkan kalimat terakhir ini tujuh kali.

Sumber : http://media.isnet.org/ , http://www.jabar.ldii.or.id/

Bolehkah Berdoa di Media Sosial?



Kekuatan terpenting dari media sosial adalah mendekatkan penggunanya satu sama lain. Mereka bisa saling memberi kabar, memberitahu lokasi, bahkan berkeluh kesah, alias curahan hati atawa curhat.

Belakangan tak hanya curhat itu tadi, atau mengabarkan kepada kawan sedang melakukan kegiatan tertentu. Media sosial menjadi ajang untuk memampang doa. Jadi jangan heran, bila pengguna Facebook, Twitter, Path, dan lain-lain kerap mendapati tulisa: “Ya Allah, semoga aku bisa lulus ujian dengan mudah.” Lalu berhamburanlah para kolega menulis: “Amiiin!” dan tentu saja, orang lain atau orang asing bisa dengan usil menyapa, “Sedang ujian ya Kak.”

Islam tak melarang seseorang menambah kawan, namun prinsip kehati-hatian harus tetap dikedepankan. Agar tak terjerumus salah memilih kawan. Dan tentu saja doa yang di-posting juga tak salah, namun belum tentu menjadi sebuah nilai ibadah.

Menurut ulama LDII K.H. Aceng Karimullah, Doa adalah otaknya ibadah, intisarinya ibadah, dan mempunyai kedudukan yang penting dalam sebuah ibadah, “Doa pada dasarnya baik. Ketika doa dituliskan dalam sebuah forum dengan tulus dan berharap orang lain ikut mendoakan dan meng-amini-nya,” ujar K.H. Aceng Karimullah.

Dalamnya samudera bisa diukur, dalamnya hati hanya Allah SWT yang mengetahui. Bila hati itu berniat karena Allah SWT semata, bukan memampang doa sebagai ajang untuk mencari eksistensi diri. Hal tersebut menjadi tak bernilai ibadah. Sebaliknya, bila dilakukan hanya untuk menghilangkan rasa sepi, atau menimbulkan riya (agar dilihat orang lain) atau sum’ah (agar didengar), justru tak mendatangkan pahala sama sekali, bahkan dosa.

“Sesungguhnya doa seharusnya hanya kepada Allah SWT  dan langsung dipanjatkan kepada-Nya,” ujar K.H. Aceng Karimullah . Dilakukan di waktu yang mustajab seperti  sepertiga malam yang akhir , setelah salat lima waktu, dalam perjalanan, dan lain-lain. Doa juga akan lebih baik jika dilakukan dengan cara yang baik seperti dengan mengangkat tangan setinggi-tingginya,  atau berdoa sambil bersujud kepada Allah SWT karena posisi yang paling dekat dengan Allah SWT, adalah saat hamba bersujud.

Menurut K.H. Aceng Karimullah berdoa sebaiknya tidak terburu-buru, sebelum bedoa mulailah dengan mengagungkan nama Allah SWT dilanjutkan dengan sholawat nabi dan setelah itu barulah kita mengungkapkan doa-doa yang diinginkan. “ Doa akan lebih utama lagi jika diucapkan dengan keyakinan hati sehingga tidak menjadi doa yang kosong,” tambah K.H. Aceng Karimullah.

Sumber : http://www.ldii.or.id/

Sudah sampai tahap ke berapa kamu dalam menutup aurot?


#Semua yang menutup aurat apakah pasti masuk surga?
Yang pasti, tidak menutup aurat itu berdosa dan jiwa yang berdosa akan masuk neraka ?

#Pakai pakaian ketat itu hak kami. Kalau tidak suka jangan lihat!
Kalau lewat depan mata, suka tidak suka pasti melihat. Apakah kita berani menjamin semua lelaki       mempunyai hati suci dan iman yang tinggi untuk menahan godaan syaitan?

#Kami rasa apa yang kami pakai ini tidak seksi. Kembali ke individu yang memandang kami.
Seksi atau tidak, tetap berdosa walaupun hanya memperlihatkan sehelai rambut.

#Meskipun kami tidak berkerudung, kami tetap sholat dan puasa.
Yakinkah ibadah kita sudah cukup untuk menjamin kita ke syurga?

#Suka-suka dong! Toh kami tidak menyusahkan hidup orang lain.
Kamu sebenarnya sudah menyusahkan ayah, kakak, adik, suami dan orang lain dengan menarik mereka ke neraka karena tidak menegur dan gagal mendidikmu.

#Apa yang kami pakai ini urusan kami dengan Tuhan.
Berani bicara begitu di dunia, apakah berani juga bicara seperti itu di hadapan Allah nanti? Lawan perintah Allah, neraka tempatnya.

#Kami memakai pakaian seksi karena tuntutan profesi. (gaya artis)
Sanggup mematuhi tuntutan profesi daripada mematuhi tuntutan agama?

#Kami bukan tidak mau menutup aurat, tapi masih belum waktunya.
Mati tidak mengenal usia. Takut kita tidak sempat bertaubat nanti.

#Tidak bisa berubah secara drastic, pelan-pelan saja.
Bisakah bicara begitu pada malaikat Izrail nanti? Tunggu sebentar! Istirahat dulu, jangan ambil nyawaku!

#Tutup aurat itu bagus tapi kami tidak mau terpaksa karena tidak ikhlas melakukannya.
Ikhlas ataupun tidak ikhlas beda cerita. Yang penting menutup aurat itu hukumnya wajib!

Sekedar nasihat untuk diri sendiri tanpa berniat menyakiti siapapun.
Nasihat menunjukkan tanda sayang seseorang terhadap kita.
Jangan jadikan suatu alasan sebagai suatu halangan! :

Sumber : http://artikel-hanifanews.blogspot.com

Cinta Tidak Dilarang, Tapi Bukan Cinta Yang Terlarang

Foto Ilustrasi

Kehidupan adalah masa depan, dan berjodoh adalah harapan. Dua hal yang sangat rahasia dan penuh misteri, tak bisa dipastikan tapi manusia bisa mendesain seperti apa akan mewujud.. Keduanya tak bisa kita pastikan, tapi kita bisa mendesain seperti apa bentuknya. Jatuh cinta dengan lawan jenis merupakan hal yang alami dan wajar. Setiap manusia pasti pernah merasakannya. Setiap hati yang masih sendiri pasti pernah bertanya kapan jodoh kita akan datang.

Berbicara masalah jodoh, butuh observasi, diskusi dan perenungan yang panjang untuk membicarakannya. Jodoh, sungguh tak ada satupun yang tahu kapan dan kemana ia kan bermuara. Lagi-lagi Sang Pangeran yang mengatur arus kehidupan ini. Kita sebagai manusia hanya bisa berusaha. Hanya bisa memposisikan diri sebagai diri yang baik agar mendapatkan yang baik, sesuai dengan hukum aksi-reaksinya Pencipta.

Apakah pacaran merupakan satu-satunya jalan untuk mencari jodoh? Namun sayangnya pacaran bukan jalan yang diridhoi. Karena dengan pacaran, muda mudi selangkah lebih berani mendekati zina. Semakin jauh melangkah lebih jauh pula ridho Allah. Kalau begitu, bagaimana usaha kita bila pacaran tidak diperbolehkan? Perluaslah pergaulanmu dalam kebaikan, membuka mata lebih bijaksana. Bila dalam lingkaran kebaikan itu dirasa ada yang pas untukmu, segeralah katakan pada Maha Penyayang dalam sujudmu bahwa “Aku ingin bersamamu karna Allah, mencintaimu karna agamamu, dan menyayangimu karna ahklakmu”. 

Memantaskan diri adalah tindakan yang mutlak. Meningkatkan level kebaikan dan kapasitas diri secara tidak langsung menaikkan level jodoh kita kelak. Mengikuti alur cerita dari skenario kehidupan dari Sang Pencipta adalah anugrah terindah, bisa nerima ing pandum, mensyukuri nikmat yang diberikan, dan akhirnya impian yang telah tercatat rapi dalam hati akan menjadi. Jika berani menentang dan tidak sesuai dengan peraturan yang diberikanNya tak heran bila happy ending sulit di capai.

Semua butuh yang namanya persiapan, bagaimana kita tahu siap atau tidaknya menikah? coba lihat ibu dan ayahmu, terkait cara mereka membangun sebuah bahtera rumah tangga. Kalau dirasa kau telah siap melakukannya seperti apa yang ibu dan ayahmu lakukan, maka boleh dikatakan 50% telah siap. Bagaimana untuk menyempurnakan menjadi 100% ? ingatlah bahwa ridho Allah bersama ridho orang tua. Sempurnalah ketika orang tua telah memberi restu anaknya untuk menunaikan sunah Nabi untuk membangun bahtera rumah tangga dengan niat menjaga diri dari gejolak hati dan hawa nafsu.

Sudah tidak tabu jika wanita mengawali pembicaraan mengenai pernikahan. Dengan  tetap menjaga kemuliaan seorang wanita dengan melalui perantara keluarganya. Wanita yang sholihah adalah anugerah terindah yang dimiliki suaminya kelak. Bukan masalah gengsi atau trendy, namun syar`i yang menjadi penguat hati untuk selalu berhati-hati dalam bertindak. 

Pengorbanan yang benar dalam cinta bukan berkorban untuk maksiat, namun niat ihklas dengan menyerahkan seluruh kemampuan menjaga kesucian diri dan orang yang dicintai. Bagaimana andai kita telah berharap penuh bahwa dia jodoh kita, tapi takdir berkata lain? Dan terkadang dengan cara yang tidak sesuai dengan perintah. Tak semua yang terlihat indah di kaca mata manausia itu barokah di jalan-Nya. Sekali lagi, tiada yang tahu kemana cinta kan bermuara. Tetap percaya Sang Pencipta memiliki skenario kehidupan yang  jauh dan jauh lebih nikmat, indah dan barokah-lah yang menjadi dambaan setiap insan. Jodoh jangan dijadikan beban pikiran yang akan mempengaruhi pengabdian hidup dengan-Nya. Perbaiki hati, tingkatkan kapasitas diri, dan insyaAllah pasti belahan jiwa disana juga akan lebih baik dan selalu terjaga dan siap untuk dinanti.

Menjadilah seorang yang Sholih atau Sholihah bila ingin memiliki pasangan yang Sholih atau Sholihah !

 Sebagian kaum lelaki berkata :
 “Betapa sulitnya menemukan Wanita Sholehah di zaman sekarang.”

 Sebagian kaum wanita juga berkata :
 “Betapa susahnya mencari Lelaki Sholeh di masa sekarang.”

 Mungkin pernyataan diatas ada benarnya juga walaupun tidak sepenuhnya benar. Kenapa? Karena alangkah baiknya kalau pernyataan tersebut kita tujukan untuk diri sendiri terlebih dahulu sebelum diucapkan kepada orang lain.

 “Sudah menjadi Lelaki baikkah diriku? 
 Sudah menjadi Lelaki sholehkah diriku?”

 “Sudah menjadi Wanita baikkah diriku? 
 Sudah menjadi Wanita Sholehahkah diriku?”

 Begitulah seharusnya kita bertanya. Kadang kita terlalu sibuk untuk menilai orang lain sehingga kita lupa untuk menilai diri sendiri.

 Kadang kita terlalu sibuk MENCARI sosok yang baik.
 Kadang kita terlalu sibuk MENCARI sosok yang menurut kita Sholih atau Sholihah.

Sehingga kadang kita sendiri lupa untuk berusaha MENJADI sosok yang Sholih atau Sholihah.

 Muncul satu pertanyaan..

 Sudah pantaskah kita berharap untuk bisa mendapatkan sosok yang Sholih atau Sholihah? Jawabannya berpulang pada diri kita masing-masing.

 Janganlah bermimpi memiliki isteri semulia Fatimah Azzahra bila kau tak sehebat Ali

 Janganlah bermimpi memiliki suami semulia Muhammad Rosululloh bila kau tak sehebat Aisyah

 Jangan terlalu bermimpi mendapatkan Wanita Sholihah kalau masih belum mampu menjadi Lelaki Sholih.

 Jangan bermimpi mendapatkan Lelaki Sholih kalau belum mampu menjadi Wanita Sholihah. 
Tak perlu bersusah payah untuk MENCARI yang Sholih atau Sholihah. Tapi MENJADILAH Sholih atau Sholihah terlebih dahulu.

 Karena Allah SWT telah menyiapkan pasangan yang sesuai
 dengan jati diri kita. Yang sesuai dengan kepribadian kita.

 Yang sesuai dengan kadar keimanan dan ketakwaan kita.

 Yang sesuai dengan potret kita sendiri.

 lelaki baik untuk wanita yang baik. begitu juga sebaliknya. Itulah ketetapan Allah SWT yang sudah pasti kebenarannya!  Sebagaimana firman Allah :  

Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik. ( An Nur ayat 26) 

Masih mau menunggu apa lagi?
 mari kita memulai dari diri sendiri dahulu untuk menjadi lebih baik.
 Tak perlu menunggu orang lain menjadi baik. Dan tak perlu terlalu sibuk untuk menilai orang lain yang pada akhirnya kita lupa untuk menilai diri sendiri.

Sumber : http://www.ldii.or.id/nasehat/1401-cinta-tidak-dilarang-tapi-bukan-cinta-yang-terlarang.html

Pemuda idiot & Gadis Cantik

gadis cantik
Alkisah, ada seorang pemuda yang idiot menyukaiseorang gadis yang cantik dan kaya.Pemuda yang idiot itu selalu menunggu si gadis didepan pintu sekolah setiap pagi, selalu bermain besama.Hingga suatu saat setelah lulusan sekolah gadis itu menghampiri pemuda yang idiot itu, dan bercerita atas kelulusan sekolahnya. Sejak saat itu si pemuda idiot tidak pernah bertemu dengan gadis cantik itu lagi...

Selama 3 tahun si pemuda idiot selalu menunggu gadis itu di depan pintu sekolah, namun usahanya sia-sia karena si gadis tak pernah dijumpainya.. hingga suatu saat si pemuda idiot bertemu dengan gadis itu di pasar swalayan. Pemuda idiot menghampiri si gadis dan berkata kepadanya, "halo gadis kemana aja?? kenapa tidak sekolah??".. gadis itu berpura-pura tidak mengenal pemuda idiot itu.., karena malu berbicara dengan pemuda idiot di depan umum, si gadis lalu berkata."dasar idiot.. kamu jangan sok kenal deh!!, sory kamu itu siapa?? aku tidak menggenal kamu.. mungkin kamu salah orang!!"..

Si pemuda idiot hati nya hancur, padahal dia membawa sepucuk surat dan bunga mawar untuk menggungkapkan perasaannya kepada si gadis. Selanjutnya entah kenapa si pemuda idiot bisa melupakan gadis itu..


10 tahun kemudian si gadis dan suaminya di undang di pesta makan malam oleh bosnya. Tak disangka gadis itu betemu dengan si idiot,kemudian gadis itu menghampirinya dan berkata, "dasar kamu idiot.. ngapain kamu di pesta ini?? kamu tidak pantas berada disini... pesta besar ini hanya untuk orang-orang yg pintar doank.. bukan untuk orang sepertimu.! dasar idiot..!!".

Si pemuda hanya bisa diam, dan menangis sambil pergi meninggalkan gadis itu.

Beberapa jam kemudian pembawa acara memberikan informasi akan dimulainya pesta.."perhatian bapak-bapak, ibu-ibu acara akan segera dimulai tolong semua merapat ke panggung.."Yth.Bapak direktur utama PT. IP Grop dipersilahkan untuk memberikan sambutan.."

Gadis itu kaget dan terkejut ternyata bos perusahaan suaminya itu adalah teman idiotnya dulu.. Suaminya lalu berkata kepada gadis itu.."Ma, pemuda itu bos ku.. setelah perusahaan papa bangkrut pemuda itu yang menggajak papa bekerja di perusahaannya.. bos ku terkadang idiot tapi dia sangat pintar dan perkerja keras".."kalau tidak ada pemuda itu, mungkin kita sudah jatuh miskin.. mama harus berterima kasih kepada pemuda itu.."

(gadis itu hanya bisa tersenyum-senyum untuk menutupi rasa malunya kepada pemuda itu..)

# gadis itu merasa tolol dan sangat menyesal dan malu.karena sering menghina pemuda idiot itu..
** ini hanya seuntaian cerita sebagai suatu perumpamaan yang mungkin bisa kita renungkan....

Terkadang orang yang kita rendahkan dan kita hina, kehidupannya akan lebih berhasil dari pada kita.. Orang yang kita rendahkan dan kita hina memakai hinaanya itu untuk menutupi kekurangannya dan untuk menggapai mimpi serta harapannya...

Sumber : ldii.or.id

KEPO with Qur'an Hadith

KEPO ...??? Makhluk apa itu ..? Atau semacam pisang yang enak digoreng itu lhoo pisang KEPO ...??? ( hehe ... itu pisang KEPOK, lurr ... ). KEPO itu bukannya kata lain dari nyesel yaa ..?? ( Itu KAPOK, luuur ...)
KEPO itu singkatan bahasa Inggris Knowing Every Particular Object ( KEPO ) yang artinya tauuu banget hal yang paling biasa sampe yang luarbiasa dari rahasia umum sampai top secret dari sesuatu apapun itu, manusia, benda, makhluk atau kegiatan. Hyaah benar sekali seperti wartawan PAPARAZII yang selalu membontot artis yang sedang paling populer mulai dari hobbbynya sampai flu aja bisa jadi TT ( trending topic ) twitter atau sosmed yang lain, muncul di TV ditayangkan di acara Infotainment sehari 3 kali (udah kayak minum obat aja.... HEHE).
Iyaapz seperti itulah KEPO. Nah, zaman Nabi udah ada tuh wartawan infotainment PAPARAZZI gitu hanya saja bukan diabadikan dalam bentuk pesan multimedia macam sekarang. Kalo kalian memang Kepo-ers Hadist pasti tahu sahabat Nabi yang satu ini .... sering muncul sebagai rowi ( periwayat hadith ) yang tsiqoh ( dipercaya ) beliau adalah pecinta binatang terutama kucing ... Hayoo siapa ?? KEPO? iya, bener kok luuurr, dialah Abu Huroiroh R.A.
Menurut riwayat beliau adalah salah satu shohabat yang paling rajin mengikuti Nabi Muhammad SAW tapi tidak seperti wartawan paparazi itu juga sih yang suka mengekspos hingga sampai ke kehidupan pribadi dan privasi yang di KEPOin hemm ... Berkat beliau Abu Hurairoh R.A banyak sekali sunnah yang indah yang dapat di ambil hikmah ( Subbhanallah )
Nah, jika kamu memang ngaku Generasi Penerus yang ingin sukses dunia akhirat sesuai dengan Tri sukses Generasi Penerus yaitu jadi Generus yang punya Akhlaqul Karimah, Faham dan Mandiri. Siplah kalo ketiga hal tersbut bisa hinggap di setiap diri generus Manshurin. Apa hubungannya sama KEPO? Apakah kita harus KEPO dengan ustadz ustadzah kita? ( Hehehe gak gitu juga kali, lurr .. :D ) Yang di-KEPO in itu ilmunya Lurr ... ! Ilmu Qur'an Hadist tentunya. Hayoo udah katam belum Qur'an Maknanya? Hadistnya dapet berapa?. Sudah seberapa KEPO anda dengan Qur'an Hadist?
Ini dia keuntungan yang bisa saudara dapatkan jika KEPOin Qur'an Hadist
1. Melestarikan Kebaikan
Seperti kata beliau Salman Al-Farisi dalam Muqoddimah kitab Ad-Darimiy
•    عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ رَبِيعَةَ قَالَ قَالَ سَلْمَانُ : لاَ يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا بَقِىَ الأَوَّلُ حَتَّى يَتَعَلَّمَ الآخِرُ، فَإِذَا هَلَكَ الأَوَّلُ قَبْلَ أَنْ يَتَعَلَّمَ الآخِرُ هَلَكَ النَّاسُ * رواه الدارمي فى المقدمة
Artinya : Manusia senantiasa dalam kebaikan selama Generasi muda belajar kepada generasi tua, jika Gnerasi tua habis sebelum generasi muda belajar pada generasi tua maka rusaklah ( kebaikan ) Manusia.
2. Menjaga dari Godaan Syetan
Diriwayatkan dari Sahabat Ibni Mas'ud Nabi Muhammad SAW pernah ngendiko ( bersabda ) :
 وَالَّذِى نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَعَالِمٌ وَاحِدٌ أَشَدَّ عَلَى إِبْلِيْسَ مِنْ أَلْفِ عَابِدٍ ِلأَنَّ الْعَابِدَ لِنَفْسِهِ وَالْعَالِمَ لِغَيْرِهِ
Yang artinya : Demi dzat yang diriku ditanganNya, Niscaya satu orang yang faham agama lebih mudah bagi iblis untuk digoda daripada 1000 orang ahli ibadah karena ahli ibadah bermanfaat untuk dirinya sendiri, sedangkan ahli ilmu bermanfaat bagi orang lain.
3. Ilmu adalah kehidupan Islam dan Tiang Keimanan
Seperti yang termaktub dalam hadist dibawah ini
    الْعِلْمُ حَيَاةُ اْلإِسْلاَمِ وَعِمَادُ اْلإِيْمَانِ ...الحديث  رواه أبو الشيخ عن ابن عباس
4. Dido'akan ampun oleh malaikat serta seluruh makhluk dibumi, diberi mahkota yang lebih terang dari matahari. Dan yang pasti ... jadi petunjuk jalan Masuk SURGA selamat dari NERAKA ...
Apaa lagi ya manfaat KEPO-in Qur'an Hadith ..?? SURGA itu kaya apa? NERAKA itu kaya gimana? Iyyh KEPO ya? Makanya Ngaji ... !!!!
That's the best way to KEPO with Qur'an Hadith. (Dika)

Sumber : ldii.or.id (29-01-14 : 06.05)