Warga Pemalang Tewas Kecelakaan




CIREBON – Kasus kecelakaan tabrak lari di pantura Kabupaten Cirebon kembali terjadi. Kali ini korbannya adalah Ny Siti Gunduro (54), warga Pemalang, Jawa Tengah, tewas terlindas sebuah mobil boks di jalur pantura Desa Kebonturi, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, kemarin (26/2).

Keterangan yang berhasil dihimpun Radar Cirebon, peristiwa ini berawal siang itu sekitar pukul 14.30, saat itu korban dan suaminya yakni Sutaryo sedang berboncengan menggunakan sepeda motor Honda bernopol G 6353 LW melaju dari Jawa Tengah hendak ke Jakarta.

Ketika melintas di TKP, Sutaryo yang mengendarai sepeda motor berusaha menyalip iring-iringan kendaraan truk besar yang searah menuju Jakarta dari jalur kiri. Disaat sudah berada ditengah-tengah, Sutaryo dikejutkan dengan salah satu mobil truk boks yang secara tiba-tiba berpindah jalur ke lajur kiri.

Sepeda motor itu pun tersenggol lalu kedua penumpangnya terpental ke aspal. Naas bagi Siti Gunduro, saat terjatuh dirinya terlindas ban mobil truk boks itu hingga tewas seketika. Sedangkan, suaminya selamat dari maut dan hanya mengalami luka-luka.

Kedua korban kemudian dievakuasi ke RSUD Arjawinangun oleh petugas Polsek Arjawinangun yang datang ke TKP. Sedangkan pengemudi mobil truk boks langsung kabur setelah terjadi kecelakaan. Kasus kecelakaan tersebut kini ditangani Unit Laka Lantas Polres Cikab.

“Padahal waktu menyalip, saya sudah kasih lampu sein dan klakson. Tapi, mobil itu tetap mengambil jalur kiri dan menyenggol motor saya,” ungkap Sutaryo ditemui Radar Cirebon di RSUD Arjawinangun, kemarin. (dri)

Sumber : http://www.radarcirebon.com/warga-pemalang-tewas-kecelakaan.html

Benarkah bahwa warga LDII tidak mau bermakmum kepada orang lain?


Tidak benar. Penetapan Imam sholat mengikuti tuntunan Rosululloh SAW: ”Yang berhak mengimami kaum adalah yang paling mahir di dalam membaca Al-Qur’an, jika dalam hal ini sama semua maka yang paling dahulu hijrahnya, jika dalam hal ini sama semua, maka yang paling banyak mengetahui sunnahnya, jika dalam hal ini mereka sama semua maka yang paling tua usianya”.  Contoh yang nyata adalah pada saat ibadah haji. Di Makkah warga LDII sholat di belakang Imam Masjidil Harom. Di Madinah warga LDII sholat di belakang Imam Masjid Nabawi. Begitu juga di masjid-masjid lainnya.

Sumber : ldii.or.id

Apakah di LDII ada amir atau imam?


Tidak ada. Di LDII tidak ada istilah Amir atau Imam, melainkan yang ada adalah Ketua Umum dan istilah-istilah yang lazim di sebuah organisasi. Adapun istilah amir dan imam memang terdapat di dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits, sehingga di LDII istilah-istilah itu tetap dikaji, tetapi dalam kerangka keilmuan saja.

Sumber : ldii.or.id

Apakah Pondok Pesantren LDII mengajarkan selain ilmu agama?


Ya. Pondok-pondok pesantren LDII tidak hanya mengajarkan ilmu agama kepada santrinya, tetapi juga mengajarkan ilmu pengetahuan umum seperti  ilmu sosial kemasyarakatan, kewirausahaan, dan kursus-kursus keterampilan sebagai bekal mencari ma’isyah (mata pencaharian) untuk meningkatkan kesejahteraan hidup.

Sumber : ldii.or.id

Kitab apa yang menjadi rujukan LDII untuk mempelajari Al-Qur’an?


Kitab-kitab tafsir yang menjadi rujukan LDII diantaranya adalah tafsir Jalalain, tafsir Jamal, tafsir Ibnu Katsir, tafsir At Thobari, Tafsir Departemen Agama, dan lain-lain.

Sumber : ldii.or.id

Apakah LDII dalam memahami Al-Qur’an dan Al-Hadits menggunakan ilmu alat?


Ya. Dalam memahami Al-Qur’an dan Al-Hadits, ulama LDII juga menggunakan ilmu alat seperti ilmu nahwu, shorof, badi’, ma’ani, bayan, mantek, balaghoh, usul fiqih, mustholahul-hadits, dan sebagainya.

Sumber : ldii.or.id